mau cuap cuap sedikit ah..
abis butuh katarsis dan butuh diredakan ketegangan ini hhahaha
suka sebel sama adanya perbedaan..aku tidak masalah kok, terutama (maaf) fisik. apa salah dengan fisik?? bahkan yang punya penampilan fisik itu juga terima-terima aja. toh kalo semua punya pingin, semua mau kok yang bagus-bagus, yang sempurna di mata orang banyak.
tapi lihatlah kenyataan. banyak yang secara fisik baik,secara pribadi dan mental kurang. mana ada yang kayak bener-bener babrbie atau ken (temennya barbie)?
itulah yang membentuk image atau citra diri yang salah. seharusnya orang mampu menerima dirinya dengan matang. kalau dia sudah mau menerima dirinya, pasti orang pun tidak ada masalah.
ketika kita menuntut adanya suatu yang sempurna, ya mau sampai kapan kita terus berharap? sempurna hanya milik Tuhan.kapan diri kita akan menerima ketidaksempurnaan bial terus berharap ke atas?
pribadi yang sempurna kadang tak terletak di dalam bungkus yang baik.. sekali lagi, dont judge book by its cover.. just read it first,then you'll know it :)
jangan berharap mendapat yang sempurna, bila dirimu tidak sempurna :)
Senin, 15 Juli 2013
Minggu, 16 Juni 2013
comfort zone
hai hai selamat malam semua....saya sedang berpikir tentang satu topik menarik, seputar comfort zone, atau biasa dikenal dengan zona nyaman..pasti banyak yang udah familiar dengan istilah ini.. tapi sebenarnya apa itu?
Zona Nyaman(comfort zone) adalah sebuah kondisi perilaku dimana seseorang bekerja dalam sebuah kondisi netral tanpa kecemasan, dengan hanya menggunakan seperangkat perilaku terbatas yang dipunyai untuk mencapai sebuah level kinerja yang menetap dan umumnya tanpa disertai adanya risiko” (Alasdair A. K. White “From Comfort Zone to Performance Management”).nah, kita sebagai manusia hendaknya selalu aktif, dan pasti akan mengalami proses belajar. nah, proses belajar sangat menentukan terbentuknya zona nyaman kamu..tapi terkadang ada beberapa orang yang mereka belajar, tetapi tidak mengalami perubahan akibat proses belajar. mengapa?? bisa jadi karena mereka terlanjur nyaman berada di dalam zona mereka, sehingga mereka akan terhindar dari stres yang berlebih.pada hakikatnya manusia memang cenderung untuk selalu berusaha mengurangi tegangan dan stres yang mereka alami dari stresor dari luar.
for your information.. proses adaptasi membutuhkan proses belajar, dan ketika ingin belajar, mereka harus memberikan perilaku berbeda dari biasanya, dan pasti itu akan keluar dari zona nyamannya.
setiap orang mempunyai zona nyaman yang berbeda. tapi apakah selamanya mereka bisa tetap dalam zona nyaman? jika mereka tetap disana, apa bisa mereka bertahan dalam lingkungan yang berbeda tiap sepersekian detik?
bagaimana dengan orang yang terlalu 'nyaman'? wah, mungkin bisa kesulitan mengalami adaptasi pada lingkungan yang selalu berubah.. mungkin bisa terjadi kecemasan berlebih pada dirinya.
ketika seseorang tidak bisa beradaptasi pada lingkungan, apa jadinya? akankah tergerus dengan sendirinya?
ibarat karet yang didinginkan dengan suhu tinggi, bisa mengeras dan akhirnya pecah/rusak. jika ia tidak bisa beradaptasi, mungkin ia akan hancur dengan sendirinya.
Zona Nyaman(comfort zone) adalah sebuah kondisi perilaku dimana seseorang bekerja dalam sebuah kondisi netral tanpa kecemasan, dengan hanya menggunakan seperangkat perilaku terbatas yang dipunyai untuk mencapai sebuah level kinerja yang menetap dan umumnya tanpa disertai adanya risiko” (Alasdair A. K. White “From Comfort Zone to Performance Management”).nah, kita sebagai manusia hendaknya selalu aktif, dan pasti akan mengalami proses belajar. nah, proses belajar sangat menentukan terbentuknya zona nyaman kamu..tapi terkadang ada beberapa orang yang mereka belajar, tetapi tidak mengalami perubahan akibat proses belajar. mengapa?? bisa jadi karena mereka terlanjur nyaman berada di dalam zona mereka, sehingga mereka akan terhindar dari stres yang berlebih.pada hakikatnya manusia memang cenderung untuk selalu berusaha mengurangi tegangan dan stres yang mereka alami dari stresor dari luar.
for your information.. proses adaptasi membutuhkan proses belajar, dan ketika ingin belajar, mereka harus memberikan perilaku berbeda dari biasanya, dan pasti itu akan keluar dari zona nyamannya.
setiap orang mempunyai zona nyaman yang berbeda. tapi apakah selamanya mereka bisa tetap dalam zona nyaman? jika mereka tetap disana, apa bisa mereka bertahan dalam lingkungan yang berbeda tiap sepersekian detik?
bagaimana dengan orang yang terlalu 'nyaman'? wah, mungkin bisa kesulitan mengalami adaptasi pada lingkungan yang selalu berubah.. mungkin bisa terjadi kecemasan berlebih pada dirinya.
ketika seseorang tidak bisa beradaptasi pada lingkungan, apa jadinya? akankah tergerus dengan sendirinya?
ibarat karet yang didinginkan dengan suhu tinggi, bisa mengeras dan akhirnya pecah/rusak. jika ia tidak bisa beradaptasi, mungkin ia akan hancur dengan sendirinya.
Selasa, 04 Juni 2013
kurikulum oh kurikulum, jadikan mereka kelinci percobaan
hahahha akhirnya muncul lagi kurikulum baru,yang dikeluarkan yaitu kurikulum 2013.. baru aja disahkan ..
tapi tetap menjadi kontroversial..
padahal udah ditentang sama beberapa partai (?), tapi tetap saja disahkan. seolah-olah terlalu terburu-buru untuk mengaplikasikannya..apa sudah di pikirkan matang-matang?
kurikulum , merupakan suatu perangkat program pendidikan,rancangan pembelajaran untuk siswa selama satu periode pendidikan yang bertujuan untuk mengarahkan pendidikan sesuai dengan arah dan tujuan dalam kegiatan pembelajaran secara menyeluruh.
ketika kurikulum dibuat, tentu saja penting untuk sekolah, dan guru supaya mampu mencapai kompetensi yang diinginkan. tapi apa jadinya jika kurikulum dibuat namun tidak digodog secara matang? tentu saja bisa banyak akibat yang akan ditimbulkan, baik untuk sistem, dan otomatis, berefek hingga siswa itu sendiri, karena tujuannya untuk siswa.
banyak kelebihan dan kekurangan dari kurikulum ini, namun alangkah baiknya perlu benar-benar ditinjau ulang secara menyeluruh, karena banyak sekali faktor yang akan berpengaruh didalamnya, dan berpengaruh pada output program ini.
tolonglah, sudah cukup dengan berbagai macam "percobaan" kurikulum yang telah diterapkan bagi siswa selama ini. jangan jadikan kami, generasi muda kalian, kelinci percobaan kalian...
tapi tetap menjadi kontroversial..
padahal udah ditentang sama beberapa partai (?), tapi tetap saja disahkan. seolah-olah terlalu terburu-buru untuk mengaplikasikannya..apa sudah di pikirkan matang-matang?
kurikulum , merupakan suatu perangkat program pendidikan,rancangan pembelajaran untuk siswa selama satu periode pendidikan yang bertujuan untuk mengarahkan pendidikan sesuai dengan arah dan tujuan dalam kegiatan pembelajaran secara menyeluruh.
ketika kurikulum dibuat, tentu saja penting untuk sekolah, dan guru supaya mampu mencapai kompetensi yang diinginkan. tapi apa jadinya jika kurikulum dibuat namun tidak digodog secara matang? tentu saja bisa banyak akibat yang akan ditimbulkan, baik untuk sistem, dan otomatis, berefek hingga siswa itu sendiri, karena tujuannya untuk siswa.
banyak kelebihan dan kekurangan dari kurikulum ini, namun alangkah baiknya perlu benar-benar ditinjau ulang secara menyeluruh, karena banyak sekali faktor yang akan berpengaruh didalamnya, dan berpengaruh pada output program ini.
tolonglah, sudah cukup dengan berbagai macam "percobaan" kurikulum yang telah diterapkan bagi siswa selama ini. jangan jadikan kami, generasi muda kalian, kelinci percobaan kalian...
Senin, 03 Juni 2013
kebebasan beragama, positif kah?
baru dapat pelajaran yang banyaaak sekali dari dosen :) well, he is great lecturer. banyaak informasi yang bisa didapat hehehe
well... sekarang seputar kerukunan antar beragama... semua sudah tau lah, arti kerukunan beragama..tapi terkadang, isu ini sangat rentan akan penyalahgunaan. why? anggap saja ketika semua rukun, baik, salah satu pihak akan berusaha 'mendominasi' situasi yang rukun itu. nah, anggap saja begitu.
kerukunan memang tak lepas dari adanya toleransi. tetapi, toleransi tetap ada batasnya :)
jika toleransi berlebihan, ya itu tadi, jika ada pihak yang ingin menyalahgunakan kesempatan itu, wah bisa terjadi konflik.
ada isu mengenai kebebasan beragama. wah, memang benar sesuai UUD 1945 pasal 29, setiap orang memang berhak menentukan keyakinan mereka sendiri. tapi tetap perlu adanya suatu aturan yang mengikat. mengapa? supaya tidak ada kesalahpahaman dari arti 'kebebasan beragama'.
kebebasan ini jika terlalu dibiarkan, malah bisa menimbulkan banyak kejahatan. bayangkan saja, jika kebebasan beragama benar-benar bebas, bisa banyak orang yang mengaku nabi, tuhan, dan bisa berakibat fatal..
mungkin memang butuh kerukunan saja .. bukan kebebasan..
asal tidak menimbulkan konflik, toh tidak akan melanggar HAM :)
well... sekarang seputar kerukunan antar beragama... semua sudah tau lah, arti kerukunan beragama..tapi terkadang, isu ini sangat rentan akan penyalahgunaan. why? anggap saja ketika semua rukun, baik, salah satu pihak akan berusaha 'mendominasi' situasi yang rukun itu. nah, anggap saja begitu.
kerukunan memang tak lepas dari adanya toleransi. tetapi, toleransi tetap ada batasnya :)
jika toleransi berlebihan, ya itu tadi, jika ada pihak yang ingin menyalahgunakan kesempatan itu, wah bisa terjadi konflik.
ada isu mengenai kebebasan beragama. wah, memang benar sesuai UUD 1945 pasal 29, setiap orang memang berhak menentukan keyakinan mereka sendiri. tapi tetap perlu adanya suatu aturan yang mengikat. mengapa? supaya tidak ada kesalahpahaman dari arti 'kebebasan beragama'.
kebebasan ini jika terlalu dibiarkan, malah bisa menimbulkan banyak kejahatan. bayangkan saja, jika kebebasan beragama benar-benar bebas, bisa banyak orang yang mengaku nabi, tuhan, dan bisa berakibat fatal..
mungkin memang butuh kerukunan saja .. bukan kebebasan..
asal tidak menimbulkan konflik, toh tidak akan melanggar HAM :)
Kamis, 30 Mei 2013
bullying, awal dari lingkaran setan
hari ini mau bagi-bagi soal bullying.. ya, sekarang makin marak adanya bullying pada anak, terutama saat di sekolah. banyak yang mengira kalo bullying itu antar teman, atau antara kakak kelas dengan adik kelas. loh.. jangan salah lo.. para guru ataupun orang yang jauh lebih tua juga bisa menjadi pelaku bullying.
Pengertian bullying menurut psikolog Andrew Mellor adalah pengalaman yang terjadi ketika seseorang merasa teraniaya oleh tindakan orang lain dan ia takut apabila perilaku buruk tersebut akan terjadi lagi sedangkan korban merasa tidak berdaya untuk mencegahnya. Bullying tidak lepas dari adanya kesenjangan power/kekuatan antara korban dan pelaku serta diikuti pola repetisi (pengulangan perilaku).
UNSUR BULLYINGPengertian tersebut didukung oleh Coloroso (2006: 44-45) yang mengemukakan bahwa bullying akan selalu melibatkan ketiga unsur berikut;
Olweus
(1993; dalam Anesty, 2009) memaparkan contoh
tindakan negatif yang termasuk dalam bullying antara lain;
1. Mengatakan hal yang tidak menyenangkan atau memanggil seseorang dengan julukan yang buruk;
2.
Mengabaikan atau mengucilkan
seseorang dari suatu kelompok karena suatu tujuan;
3.
Memukul, menendang, menjegal
atau menyakiti orang lain secara fisik;
4.
Mengatakan kebohongan atau
rumor yang keliru mengenai seseorang atau membuat siswa lain tidak menyukai
seseorang dan hal-hal semacamnya.
·
BENTUK-BENTUK BULLYING
Ketidakseimbangan
kekuatan yang nyata terlihat saat beberapa bentuk
bullying terjadi, seperti :
1. Pengucilan
2.
penyebaran rumor
3.
sarkasme yang menyakitkan dari
sekelompok orang terhadap satu orang.
Siapa
sajakah yg berpotensi menjadi pelaku bullying?·
Pengertian bullying menurut psikolog Andrew Mellor adalah pengalaman yang terjadi ketika seseorang merasa teraniaya oleh tindakan orang lain dan ia takut apabila perilaku buruk tersebut akan terjadi lagi sedangkan korban merasa tidak berdaya untuk mencegahnya. Bullying tidak lepas dari adanya kesenjangan power/kekuatan antara korban dan pelaku serta diikuti pola repetisi (pengulangan perilaku).
UNSUR BULLYINGPengertian tersebut didukung oleh Coloroso (2006: 44-45) yang mengemukakan bahwa bullying akan selalu melibatkan ketiga unsur berikut;
- Ketidakseimbangan kekuatan (imbalance power). Bullying bukan persaingan antara saudara kandung,
bukan pula perkelahian yang melibatkan dua pihak yang setara. Pelaku
bullying bisa saja orang yang lebih tua, lebih besar, lebih kuat, lebih
mahir secara verbal, lebih tinggi secara status sosial, atau berasal dari
ras yang berbeda;
- Keinginan
untuk mencederai (desire to hurt).
Dalam bullying tidak ada kecelakaan atau kekeliruan, tidak ada
ketidaksengajaan dalam pengucilan korban. Bullying berarti menyebabkan kepedihan emosional
atau luka fisik, melibatkan tindakan yang dapat melukai, dan menimbulkan
rasa senang di hati sang pelaku saat menyaksikan penderitaan korbannya;
- Ancaman agresi lebih lanjut. Bullying tidak dimaksudkan sebagai peristiwa yang
hanya terjadi sekali saja, tapi juga repetitif atau cenderung diulangi;
- Teror. Unsur keempat ini muncul ketika ekskalasi bullying semakin meningkat.
Bullying adalah kekerasan sistematik yang digunakan untuk mengintimidasi
dan memelihara dominasi. Teror bukan hanya sebuah cara untuk mencapai
bullying tapi juga sebagai tujuan bullying.
1. Mengatakan hal yang tidak menyenangkan atau memanggil seseorang dengan julukan yang buruk;
1. Pengucilan
- Ortu yg suka mengancam, memaki, membandingkan atau melakukan kekerasan thd anak
- Guru yg suka memberi hukuman dan mengatai anak didiknya
- Anak yg dididik oleh ortu pelaku bullying
- Anak yg terbiasa dimanja shg menganggap semua orang harus tunduk terhadap kemauannya
·
JENIS-JENIS BULLYING
-
Bullying fisik, yaitu jenis bullying yang melibatkan kontak fisik
antara pelaku dan korban. Perilaku yang termasuk, antara lain: memukul,
menendang, meludahi, mendorong, mencekik, melukai menggunakan benda, memaksa
korban melakukan aktivitas fisik tertentu, menjambak, merusak benda milik
korban, dll.
-
Bullying
verbal melibatkan bahasa verbal
yang bertujuan menyakiti hati seseorang. Perilaku yang termasuk, antara lain:
mengejek, memberi nama julukan yang tidak pantas, memfitnah, pernyataan seksual
yang melecehkan, meneror, dll. Kasus bullying verbal termasuk jenis bullying
yang sering terjadi dalam keseharian namun seringkali tidak disadari. Dampak
dari bullying verbal sering tidak kelihatan tetapi dapat menyebabkan trauma
psikologis bagi korban.
-
Bullying relasi sosial adalah jenis bullying bertujuan menolak
dan memutus relasi sosial korban dengan orang lain, meliputi pelemahan harga
diri korban secara sistematis melalui pengabaian, pengucilan atau penghindaran.
Contoh bullying sosial antara lain: menyebarkan rumor, mempermalukan seseorang
di depan umum, menghasut untuk menjauhi seseorang, menertawakan, menghancurkan
reputasi seseorang, menggunakan bahasa tubuh yang merendahkan, mengakhiri
hubungan tanpa alasan, dll.
-
Bullying elektronik merupakan merupakan bentuk perilaku bullying
yang dilakukan melalui media elektronik seperti komputer, handphone, internet,
website, chatting room, e-mail, SMS, dll. Perilaku yang termasuk
antara lain menggunakan tulisan, gambar dan video yang bertujuan untuk
mengintimidasi, menakuti, dan menyakiti korban.
apa faktor penyebab bullying?
hubungan keluarga ; keluarga merupakan tempat belajar anak yang pertama. ketika ada perilaku dari orang tua atau orang dewasa lainnya, pasti anak akan melakukan imitasi (meniru). bila orang tua suka memaki,mengejek, hingga suka memukul dan sebagainya, bisa jadi anak akan "terprogram" bahwa perilaku tersebut lazim dilakukan , karena orang tuanya pun begitu. hal itu yang bisa memicu anak menjadi pelaku bullying. juga ketika anak tidak diberikan pengetahuan dan pengertian tentang tata krama, norma dan nilai , maka bisa jadi apa yang ia lakukan dianggap biasa saja (anonimitas)
teman sebaya : ketika anak mulai mengenal lingkungan sosial, mereka cenderung lebih senang berkumpul dengan teman sebaya, mulai ingin mandiri dan melepaskan diri dari keluarga, sehingga perilaku bullying juga bisa dikarenakan konformitas. atau bisa jadi karena adanya persaingan dalam peer group. kemudian secara psikis, anak dan remaja belum mampu mengatasi emosi mereka secara positif.
media; media merupakan sarana yang cukup berpengaruh untuk menjadi penyebab seseorang melakukan bullying. jika media tidak berhati-hati dalam menyajikan informasi yang mengandung unsur kekerasan, anak cenderung meniru. terlebih lagi, saat ini hampir tidak ada anak yang tidak menonton televisi, menggunakan internet, dan mengakses media lainnya.
kasus bullying memang bisa terjadi, dan sulit untuk diberantas. karena itu berhubungan dengan banyak sekali faktor, dan beragam pemicu perilaku itu. tapi setidaknya, penting sekali untuk memberi informasi sedari dini pada anak, mencegah mereka tidak memiliki bibit-bibit bullying. sangatlaaah penting komunikasi dari orang tua, keluarga untuk mencegah mereka, agar tidak melampiaskan emosi negatif mereka kepada orang lain..
jika semua marah, lalu siapa yang kan meredam?
Senin, 27 Mei 2013
jodoh? :p
hahahaha setelah ikutan kelas psikologi agama yang abis membahas soal pernikahan beda agama, jadi sedikit berputar-putar kembali pertanyaan di kepala, soal cinta, dan perbedaan
sekarang banyak sekali pasangan yang berbeda pandangan, nggak hanya status sosial, ekonomi, budaya, latar belakang, bahkan agama sekalipun. tapi mereka baik-baik saja menjalin hubungan yang dijalaninya. why ? ? apakah mereka JODOH ? padahal mereka beda agama looohh.. beda pandangan hidup..
wah wah, memang kita sebagai manusia, hanya bisa menebak siapa nih yang bakal jadi jodoh kita nantinya...
dan kita harus benar-benar bersiap diri, apa yang akan ada di depan kita..
iya kalau sesuai harapan, kalau nggak? pastinya bisa syok berat..
memang yang namanya rasa cinta dan kasih sayang hanya satu, layaknya yang memberikannya, yaitu Tuhan. tapi, manusia lah yang suka membuat garis pembedaan :)
sekarang banyak sekali pasangan yang berbeda pandangan, nggak hanya status sosial, ekonomi, budaya, latar belakang, bahkan agama sekalipun. tapi mereka baik-baik saja menjalin hubungan yang dijalaninya. why ? ? apakah mereka JODOH ? padahal mereka beda agama looohh.. beda pandangan hidup..
wah wah, memang kita sebagai manusia, hanya bisa menebak siapa nih yang bakal jadi jodoh kita nantinya...
dan kita harus benar-benar bersiap diri, apa yang akan ada di depan kita..
iya kalau sesuai harapan, kalau nggak? pastinya bisa syok berat..
memang yang namanya rasa cinta dan kasih sayang hanya satu, layaknya yang memberikannya, yaitu Tuhan. tapi, manusia lah yang suka membuat garis pembedaan :)
cinta, akankah membuat satu ? sekilas resensi film :)
kali ini akan memposting perdana setelah vakum setahun dari postingan wakakakaka
memang ini film yang udah lama, tapi baru aku tonton dan ternyata cukup filosofis, tetapi ini adalah pertanyaan dasar yang mungkin kita rasakan...
memang ini film yang udah lama, tapi baru aku tonton dan ternyata cukup filosofis, tetapi ini adalah pertanyaan dasar yang mungkin kita rasakan...
CIN(T)A
Cina ,adalah mahasiswa baru yang belum pernah
mengalami kegagalan dalam hidup, sehingga dia yakin bisa mewujudkan impiannya
hanya dengan modal iman.
Annisa , mahasiswi tingkat akhir yang
kuliahnya terhambat karena karirnya di dunia film. Popularitas dan kecantikan
membuatnya kesepian, sehingga ia bersahabat denga jarinya sendiri yang selalu
digambari bermuka sedih. Sampai suatu hari datang ‘jari’ lain yang menemani.
Agustus 2000, Cina baru
masuk menjadi mahasiswa baru di Jurusan Arsitektur, Institut Tekhnologi
Bandung. Di sanalah pertama kalinya dia bertemu dengan Annisa, mahasiswa
tingkat akhir yang kuliahnya terhambat karena karirnya sebagai bintang film dan
masalah keluarganya. Awalnya, Cina tidak menaruh perhatian pada Annisa,
meskipun teman-temannya kerap membicarakan Annisa yang notabenenya seorang artis.
Karena, menurut Cina, berdasarkan Hukum Newton I, kecantikan berbanding
terbalik dengan kepintaran. IPK Annisa yang hanya 2,1 membenarkan hukum newton
I versi Cina tersebut.
Cina, adalah orang Batak
keturunan tionghoa, yang beragama Kristen dan taat beribadah. Cita-citanya
ingin menjadi gubernur Tapanuli jika Tapanuli sudah menjadi sebuah provinsi.
Sedangkan Annisa, adalah muslim keturunan Jawa. Dia juga seorang bintang film
yang rajin beribadah.
Sebelum dekat, keduanya
menghadapi problematika hidupnya masing-masing. Cina, meskipun keturunan
Tionghoa, namun kehidupan ekonomi keluarganya pas-pasan. Itu sebabnya dia
bekerja paruh waktu dan berusaha mencari beasiswa untuk meringankan biaya
kuliahnya.
Sedangkan Annisa, seorang
bintang film yang kesepian karena popularitas dan kecantikannya. Di tambah
prestasinya yang buruk di perkuliahan, yang membuatnya di pergunjingkan. Itu
sebabnya dia bersahabat dengan telunjuk jarinya sendiri yang digambari wajah
sedih. Tugas Akhirnya pun terhambat. Dalam rancangan Tugas Akhirnya, Annisa
ingin membuat rumah susun untuk rakyat dengan fasilitas sekelas apartemen. Hal
itu yang membuat Tugas Akhirnya di tolak 3 kali karena proyek tersebut tidak
visibel di mata dosen.
Suatu ketika, Cina tidak
sengaja menabrak Annisa yang baru saja menyelesaikan maket proyek tugas
akhirnya hingga maket tersebut rusak. Tanpa sepengetahuan Annisa, Cina membuat
ulang maket Annisa. Namun, rancangan TA Annisa tetap di tolak karena prinsip
idealisme yang dipegangnya.
Cina pun tertarik untuk
membantu Annisa menyelesaikan Tugas Akhirnya. Apalagi mengetahui konsepan
proyek tersebut lebih jauh. Annisa ingin membuat desain rumah susun tersebut
tanpa desain pintu dan jendela. Karena baginya, arsitek itu berasa Tuhan.
Mereka pikir, mereka yang paling tahu konsepan terbaik untuk manusia, padahal
yang tahu konsepan terbaik yang sebenarnya adalah manusia itu sendiri.
Pertemuan yang intens, membuat
Cina dan Annisa semakin dekat. Karena perbedaan yang ada di antara mereka,
terjadilah dialog cinta yang banyak menggugat banyak perkara tentang cinta,
Tuhan, agama, dan kehidupan nyata. Salah satunya terlihat pada dialog antara
Cina dan Annisa mengenai siapa pendamping mereka kelak. Annisa yang sudah
dijodohkan Ibunya dengan seorang keturunan beragama Islam. Sedangkan Cina ingin
istrinya kelak mencintai Tuhannya lebih dari dirinya.
Banyak pula
pertanyaan-pertanyaan yang muncul di antara mereka, tapi tak pernah ada
konflik, seperti pertanyaan “Kenapa
Allah nyiptain kita beda-beda, kalau Allah cuma ingin di sembah dengan satu
cara?” Yang di lontarkan
Annisa.
Pada tahun itu, perayaan
Idul Fitri dan Hari Natal berdekatan. Cina pun membantu Annisa membuat ketupat,
sebaliknya Annisa juga membantu Cina menghias pohon natal.
Rasa emosi di antara
keduanya kemudian muncul ketika Cina dan Annisa memperdebatkan masalah
pengeboman gereja-gereja di Indonesia pada Hari Natal. Cina memutuskan untuk
mengambil beasiswanya ke Singapura yang belum di ambilnya karena dia mengambil
kuliah di ITB. Cina merasa kehadirannya sebagai orang Kristen tidak akan
diterima di Indonesia apalagi bila dia mewujudkan mimpinya menjadi gubernur,
karena dia menyadari bahwa mayoritas orang Indonesia adalah muslim. Sedangkan
Annisa, akhirnya menerima perjodohan dari Ibunya.
Film ini
adalah sebuah gambaran akan adanya pluralisme di Indonesia, namun masih tabu
untuk dibicarakan dalam ruang publik seperti film. Pandangan yang berbeda satu
sama lain, akan kehadiran Tuhan. Pada film ini sangat jelas adanya suatu
konflik yang implisit, baik konflik interpersonal maupun intrapersonal, yang
mengacu pada perbedaan agama. Perbedaan ini yang dipertanyakan, mengapa harus ada
perbedaan? Bila Tuhan hanya satu. Begitu pula tentang cinta, apakah benar cinta
itu dapat menyatukan perbedaan yang ada, walaupun itu tentang keyakinan akan
Tuhan, yang memberikan rasa cinta itu sendiri. Ini merupakan
pertanyaan-pertanyaan yang teologis, dan filosofis.
Kedua tokoh
ini, layaknya manusia biasa, memiliki ketertarikan satu sama lain, memiliki
rasa saling ingin menyayangi. Mereka berdua merasakan kedekatan dan keintiman. Sayang,
semua itu terhalang oleh pandangan agama mereka yang berbeda. Pada film ini
jelas terlihat, bahwa keyakinan mereka sangat memengaruhi pandangan akan hidup
mereka. Terutama saat mereka melihat adanya peristiwa pengeboman di
gereja-gereja Indonesia. Peristiwa itu yang memicu konflik emosi keduanya,
karena berhubungan dengan kedua keyakinan yang mereka anut.
Film ini
sangatlah bagus, walaupun ini film indie, namun tema yang diangkat cukup bagus,
merepresentasikan kehidupan nyata di Indonesia, bahwa banyak sekali
perbedaan-perbedaan yang ada, tapi apakah benar itu bisa disatukan oleh cinta? Padahal
dari sisi agama , sama-sama menghendaki adanya kesamaan keyakinan dalam satu
cinta.
Ketika
pasangan menjalin hubungan dengan adanya dasar perbedaan yang cukup besar,
memang semua tergantung pada pasangan itu. Mungkin bagi mereka, faktor yang
paling penting dalam menjalin sebuah hubungan adalah cinta, kasih sayang, bukan
perbedaan-perbedaan seperti status sosial-ekonomi, ataupun agama. Namun, akan
banyak sekali tantangan bagi pasangan tersebut, baik dari lingkup individual,
hingga masyarakat. Masyarakat di Indonesia merupakan masyarakat yang berpegang teguh pada norma dalam agama yang
ingin adanya kesamaan jika ingin menjalin hubungan hingga pernikahan. Hal ini
juga terpusat dari norma dalam agama tersebut, yang akhirnya membentuk pandangan
masyarakat, yang berimbas pada aturan dalam sistem keluarga. Tetapi tak jarang,
adanya keluarga yang mampu memberikan toleransi pada apa yang harus dilakukan
oleh anak-anaknya. Bila pernikahan sudah terjadi, harus banyak pertimbangan
termasuk landasan moral dalam keluarga itu. Ketika belum ada kesepakatan
mengenai aturan keluarga itu, bisa jadi akan terjadi konflik-konflik yang
membuat keutuhan rumah tangga itu terganggu.
Memang
butuh suatu kematangan dalam diri masing-masing ketika menghadapi adanya suatu
perbedaan dalam hubungan, entah dalam pertemanan hinggga kedekatan emosional
sampai pernikahan. Perlu pemikiran, hati dan jiwa toleransi akan adanya
perbedaan yang bisa menyesuaikan perbedaan-perbedaan itu. Namun, hal itu tidak
semua orang bisa melakukannya. Perbedaan di Indonesia, belumlah menjadi hal
yang indah.
Minggu, 25 November 2012
guru oh guru
habis mendengarkan berita yang cukup mencengangkan dari pendidikan di Indonesia. sang tombak pendidikan, guru.. masih banyak yang belum tercukupi kebutuhannya secara finansial.
entah guru honorer ataupun tetap ataupun magang dan sebagainya, mereka tetaplah guru. ketika mereka memilih menjadi seorang guru, suatu pilihan yang tidak main-main, seharusnya mereka sadar betul itu. mendidik anak, bukanlah hal yang mudah, hanya dengan memberikan materi pelajaran, lalu usai.
sesungguhnya mereka mulia. namun, tak jarang ada beberapa oknum yang menyalahgunakan peran mereka sebagai guru, yang hanya sebagai kerja semata, tanpa tahu esensi dari seorang guru
"digugu lan ditiru", itulah cangkriman dari bahasa Jawa berarti dilihat dan ditiru. dari kata 'guru' saja sudah menandakan adanya suatu 'beban' dan tanggung jawab moral , bahwa tidak bisa macam-macam dengan peran ini.
yah, sekali lagi, itu semua bergantung pada pandangan personal, dimana saat ini lebih kepada materi-oriented (bahasa ngawur). kita berharap saja, semoga guru-guru yang masih berjuang demi kebaktiannya pada kecerdasan bangsa,bisa membawa perubahan dalam sistem pendidikan kita yang carut marut ini
maybe you? :)
entah guru honorer ataupun tetap ataupun magang dan sebagainya, mereka tetaplah guru. ketika mereka memilih menjadi seorang guru, suatu pilihan yang tidak main-main, seharusnya mereka sadar betul itu. mendidik anak, bukanlah hal yang mudah, hanya dengan memberikan materi pelajaran, lalu usai.
sesungguhnya mereka mulia. namun, tak jarang ada beberapa oknum yang menyalahgunakan peran mereka sebagai guru, yang hanya sebagai kerja semata, tanpa tahu esensi dari seorang guru
"digugu lan ditiru", itulah cangkriman dari bahasa Jawa berarti dilihat dan ditiru. dari kata 'guru' saja sudah menandakan adanya suatu 'beban' dan tanggung jawab moral , bahwa tidak bisa macam-macam dengan peran ini.
yah, sekali lagi, itu semua bergantung pada pandangan personal, dimana saat ini lebih kepada materi-oriented (bahasa ngawur). kita berharap saja, semoga guru-guru yang masih berjuang demi kebaktiannya pada kecerdasan bangsa,bisa membawa perubahan dalam sistem pendidikan kita yang carut marut ini
maybe you? :)
Jumat, 05 Oktober 2012
anak jaman sekarang bukan anak beneran anak
kenapa saya menulis judul seperti itu? ya karena hasil pengamatan saya, bahwa sekarang, anak-anak secara psikologis "dituntut" secara tidak sadar untuk menjadi berpikir dan bertindak lebih dewasa dibandingkan umur fisiknya.
contohnya ya sekarang mulai dari perilaku hingga penampilan, mereka saat ini tampak seperti orang-orang yang lebih tua. apalagi untuk perempuan, anak SMP bahkan SD, sudah bisa mengenal make up, dan menggunakannya. wah, padahal saya aja baru bener-bener bisa pake make up pas kuliah..
nggak cuma dari penampilan, sampai lagu, dan bahasa pergaulan sehari-hari juga seperti itu. sekarang sangat jarang lagu anak-anak yang didengarkan. kalau sekarang isinya lagu-lagu boyband,girlband, atau band yang bertema cinta-cintaan, padahal seumur anak-anak, belum mengerti apa sih itu cinta,hubungan interpersonal dengan lawan jenis . apalagi kalau membahas soal bahasa pergaulan, waduh.. yang di pelosok-pelosok itu, sampai di kota-kota, anak-anak memiliki kosakata yang 'wow'. mereka mengerti kata-kata yang cukup berani, dan hanya dimengerti oleh orang yang usianya belasan tahun ke atas.
mungkin masyarakat kurang memahami, bahwa anak adalah fase krusial sekali. dimana mereka merupakan fase perkembangan yang sangat rapuh, karena pembentukan kepribadian, pemahaman mereka terhadap lingkungan dan diri sendiri berawal dari masa kanak-kanak. umumnya, masyarakat hanya melihat secara fisik, namun, kurang memperhatikan sisi psikologisnya.
secara kognitif, menurut Piaget, anak dari 0-2 tahun (tahap sensorimotor), mereka masih terbatas pada sensorimotor. perkembangan kognitif mereka sebatas apa yang mereka pegang, yang mereka lihat, sesuai kemampuan sensorimotoriknya. lalu selanjutnya usia 2-7 tahun (tahap praoperasional), mereka mulai berpikir, namun hanya sebatas naluri saja, belum berpikir logis. kemudian 7-11 tahun (tahap operasional konkrit), mereka sudah mulai berpikir logis,namun belum bisa secara abstrak, masih berdasarkan apa yang ia lihat dan alami. tahap terakhir adalah 12-dewasa (tahap operasional formal), disini anak barulah dapat berpikir secara abstrak, mampu berpikir abstrak, berpikir secara logis, dan mampu menarik kesimpulan dari informasi-informasi yang ada.
nah, sudah melihat tahap-tahap perkembangan kognitif . anak-anak terutama usia 5-11 tahun mereka mampu berpikir, namun belum secara logis. padahal, di sekitar mereka saat ini mempunyai 'tuntutan' untuk dipahami, dan berpikir secara abstrak. lah, kan nggak pas tuh. contohnya seperti sinetron. sekarang emang ada sih sinetron untuk anak-anak, tetapi percakapan yang ada didalamnya, seakan itu bukan untuk anak-anak. seperti yang saya lihat tadi sore, masa ada anak, sedang sakit, menyuruh temannya untuk jadi pembantunya? wow sekali bukan? itu bukanlah pemikiran anak-anak. anak-anak pun tidak tahu apakah itu benar atau salah. justru itu yang berbahaya. apa jadinya jika setiap anak akan berpikiran sperti itu? apalagi terhadap temannya? menurut saya, itu cukup merusak anak.
anak-anak, apalagi pada usia 0-5 tahun, seperti spons, yang menyerap informasi dengan sangat cepat, tetapi secara gamblang, tidak melalui proses. nah, berdasarkan pemikiran ini, makanya banyak ada kasus anak merokok padahal usia baru 2 tahun. anak melihat, lalu cenderung untuk meniru perilaku yang dilihat. kalau yang dtiru adalah perilaku merokok? berbahaya juga kan?
seharusnya kita semua mulai sadar dan memperhatikan benar, anak bukanlah hanya sebagai 'buah cinta' dari orang tua, yang begitu lahir dan dibesarkan tanpa diawasi.kita yang orang dewasa bertanggung jawab untuk memberikan informasi yang tepat bagi pertumbuhan dan perkembangannya. jangan sampai ia menjadi sosok yang rapuh, secara psikologis.
layaknya seperti menanam tanaman. bila kita tak beri pupuk, tanah subur, dan air yang cukup, ia tak dapat tumbuh dengan baik.
itulah tugas kita, karena merekalah yang akan menggantikan peran kita di masyarakat dan pembangunan negeri ini. nggak mau kan, negeri hancur bukan karena ancaman luar, tetapi hancur di tangan rakyatnya sendiri?
contohnya ya sekarang mulai dari perilaku hingga penampilan, mereka saat ini tampak seperti orang-orang yang lebih tua. apalagi untuk perempuan, anak SMP bahkan SD, sudah bisa mengenal make up, dan menggunakannya. wah, padahal saya aja baru bener-bener bisa pake make up pas kuliah..
nggak cuma dari penampilan, sampai lagu, dan bahasa pergaulan sehari-hari juga seperti itu. sekarang sangat jarang lagu anak-anak yang didengarkan. kalau sekarang isinya lagu-lagu boyband,girlband, atau band yang bertema cinta-cintaan, padahal seumur anak-anak, belum mengerti apa sih itu cinta,hubungan interpersonal dengan lawan jenis . apalagi kalau membahas soal bahasa pergaulan, waduh.. yang di pelosok-pelosok itu, sampai di kota-kota, anak-anak memiliki kosakata yang 'wow'. mereka mengerti kata-kata yang cukup berani, dan hanya dimengerti oleh orang yang usianya belasan tahun ke atas.
mungkin masyarakat kurang memahami, bahwa anak adalah fase krusial sekali. dimana mereka merupakan fase perkembangan yang sangat rapuh, karena pembentukan kepribadian, pemahaman mereka terhadap lingkungan dan diri sendiri berawal dari masa kanak-kanak. umumnya, masyarakat hanya melihat secara fisik, namun, kurang memperhatikan sisi psikologisnya.
secara kognitif, menurut Piaget, anak dari 0-2 tahun (tahap sensorimotor), mereka masih terbatas pada sensorimotor. perkembangan kognitif mereka sebatas apa yang mereka pegang, yang mereka lihat, sesuai kemampuan sensorimotoriknya. lalu selanjutnya usia 2-7 tahun (tahap praoperasional), mereka mulai berpikir, namun hanya sebatas naluri saja, belum berpikir logis. kemudian 7-11 tahun (tahap operasional konkrit), mereka sudah mulai berpikir logis,namun belum bisa secara abstrak, masih berdasarkan apa yang ia lihat dan alami. tahap terakhir adalah 12-dewasa (tahap operasional formal), disini anak barulah dapat berpikir secara abstrak, mampu berpikir abstrak, berpikir secara logis, dan mampu menarik kesimpulan dari informasi-informasi yang ada.
nah, sudah melihat tahap-tahap perkembangan kognitif . anak-anak terutama usia 5-11 tahun mereka mampu berpikir, namun belum secara logis. padahal, di sekitar mereka saat ini mempunyai 'tuntutan' untuk dipahami, dan berpikir secara abstrak. lah, kan nggak pas tuh. contohnya seperti sinetron. sekarang emang ada sih sinetron untuk anak-anak, tetapi percakapan yang ada didalamnya, seakan itu bukan untuk anak-anak. seperti yang saya lihat tadi sore, masa ada anak, sedang sakit, menyuruh temannya untuk jadi pembantunya? wow sekali bukan? itu bukanlah pemikiran anak-anak. anak-anak pun tidak tahu apakah itu benar atau salah. justru itu yang berbahaya. apa jadinya jika setiap anak akan berpikiran sperti itu? apalagi terhadap temannya? menurut saya, itu cukup merusak anak.
anak-anak, apalagi pada usia 0-5 tahun, seperti spons, yang menyerap informasi dengan sangat cepat, tetapi secara gamblang, tidak melalui proses. nah, berdasarkan pemikiran ini, makanya banyak ada kasus anak merokok padahal usia baru 2 tahun. anak melihat, lalu cenderung untuk meniru perilaku yang dilihat. kalau yang dtiru adalah perilaku merokok? berbahaya juga kan?
seharusnya kita semua mulai sadar dan memperhatikan benar, anak bukanlah hanya sebagai 'buah cinta' dari orang tua, yang begitu lahir dan dibesarkan tanpa diawasi.kita yang orang dewasa bertanggung jawab untuk memberikan informasi yang tepat bagi pertumbuhan dan perkembangannya. jangan sampai ia menjadi sosok yang rapuh, secara psikologis.
layaknya seperti menanam tanaman. bila kita tak beri pupuk, tanah subur, dan air yang cukup, ia tak dapat tumbuh dengan baik.
itulah tugas kita, karena merekalah yang akan menggantikan peran kita di masyarakat dan pembangunan negeri ini. nggak mau kan, negeri hancur bukan karena ancaman luar, tetapi hancur di tangan rakyatnya sendiri?
Jumat, 28 September 2012
mengapa tawuran...?
tawuran pelajar sedang menjadi sorotan akhir-akhir ini. apalagi memakan korban jiwa.
sebenarnya, tawuran pelajar bukanlah hal yang baru lagi bagi masyarakat. tetapi lama-lama ini menjadi sebuah deviasi dan patologi sosial dalam kehidupan masyarakat. mengapa tawuran terjadi? dan mengapa sampai saat ini seolah menjadi 'wajar'?
tawuran, merupakan salah satu bentuk penyimpangan sosial, yang biasanya dilakukan dengan cara berkelahi secara berkelompok. alasan tawuran bisa bermacam-macam, namun biasanya disebabkan konflik salah satu dari anggota kelompok. dan rata-rata semua terjadi karena emosi semata, lalu penyelesaian konflik secara damai tidak berhasil atau bahkan lebih memilih menyerang lawan sebagai penyelesaian konflik yang paling baik.
namun, kita perlu melihat lebih dalam lagi, mengapa sih anak-anak jaman sekarang sangat muda tersulut emosi dan sangat agresif?
adanya sifat agresi yang begitu tinggi, bisa disebabkan kurangnya kontrol diri dalam individu. kontrol diri untuk menghadapi stimulus dan informasi yang ia terima, dan bagaimana ia merespon juga mngontrol keputusan yang ia terima. sayangnya, kontrol diri ini harus dilatih, dan diajarkan. nah, hal ini berhubungan dengan akhlak, karakter, dan hal ini tidak diajarkan di pendidikan formal.
dan sayangnya lagii, paradigma masyarakat mengenai pendidikan lebih menuju ke pendidikan formal, masih cukup tinggi. semua orang tua menganggap bahwa pendidikan formal adalh satu paket yang lengkap.
padahal? sekali lagi, pendidikan tak hanya di sekolah, tetapi dalam keluarga. namun, orang tua tampaknya belum sadar betul, pentingnya pendidikan karakter yang harus dibina di lingkungan keluarga, bukan di sekolah.
lalu apa yang terjadi?
jika anak tidak mampu mengontrol dirinya, maka ia sulit untuk menyaring stimulus yang ia hadapi, baik positif, maupun negatif. jika terlalu banyak stimulus yang direspon tanpa disaring,apalagi itu negatif, membuat anak menyimpan stimulus itu dan di realisasikan dengan tindakan.
semoga fenomena tawuran ini menjadi 'tamparan' cukup keras bagi orang tua yang mendengar,menyaksikan berita ini, atau bahkan hampir menjadi bagian dari fenomena ini. bahwa orang tua perlu bekerja keras untuk membangun pondasi diri anak, yaitu KARAKTER.
untuk menyelesaikan fenomena ini pun tidaklah mudah..perlu banyak pihak yang saling membantu. baik dari pihak sekolah, orangtua, bahkan psikolog pun, membantu menyelesaikan masalah ini.
sebagai psikolog, tentunya perlu kita analisa, kita cari tahu mengapa anak-anak ini sampai melakukan tawuran, dan dalam beberapa kasus, sering melakukan aksi ini. apakah mereka mempunyai masalah, lalu diproyeksikan dengan tindakan anarkis?
namun, sampai saat ini, tampaknya psikolog belum mau turun tangan secara total menghadapi masalah ini..
tapi bagaimana pun juga, ini tugas bersama.
sebenarnya, tawuran pelajar bukanlah hal yang baru lagi bagi masyarakat. tetapi lama-lama ini menjadi sebuah deviasi dan patologi sosial dalam kehidupan masyarakat. mengapa tawuran terjadi? dan mengapa sampai saat ini seolah menjadi 'wajar'?
tawuran, merupakan salah satu bentuk penyimpangan sosial, yang biasanya dilakukan dengan cara berkelahi secara berkelompok. alasan tawuran bisa bermacam-macam, namun biasanya disebabkan konflik salah satu dari anggota kelompok. dan rata-rata semua terjadi karena emosi semata, lalu penyelesaian konflik secara damai tidak berhasil atau bahkan lebih memilih menyerang lawan sebagai penyelesaian konflik yang paling baik.
namun, kita perlu melihat lebih dalam lagi, mengapa sih anak-anak jaman sekarang sangat muda tersulut emosi dan sangat agresif?
adanya sifat agresi yang begitu tinggi, bisa disebabkan kurangnya kontrol diri dalam individu. kontrol diri untuk menghadapi stimulus dan informasi yang ia terima, dan bagaimana ia merespon juga mngontrol keputusan yang ia terima. sayangnya, kontrol diri ini harus dilatih, dan diajarkan. nah, hal ini berhubungan dengan akhlak, karakter, dan hal ini tidak diajarkan di pendidikan formal.
dan sayangnya lagii, paradigma masyarakat mengenai pendidikan lebih menuju ke pendidikan formal, masih cukup tinggi. semua orang tua menganggap bahwa pendidikan formal adalh satu paket yang lengkap.
padahal? sekali lagi, pendidikan tak hanya di sekolah, tetapi dalam keluarga. namun, orang tua tampaknya belum sadar betul, pentingnya pendidikan karakter yang harus dibina di lingkungan keluarga, bukan di sekolah.
lalu apa yang terjadi?
jika anak tidak mampu mengontrol dirinya, maka ia sulit untuk menyaring stimulus yang ia hadapi, baik positif, maupun negatif. jika terlalu banyak stimulus yang direspon tanpa disaring,apalagi itu negatif, membuat anak menyimpan stimulus itu dan di realisasikan dengan tindakan.
semoga fenomena tawuran ini menjadi 'tamparan' cukup keras bagi orang tua yang mendengar,menyaksikan berita ini, atau bahkan hampir menjadi bagian dari fenomena ini. bahwa orang tua perlu bekerja keras untuk membangun pondasi diri anak, yaitu KARAKTER.
untuk menyelesaikan fenomena ini pun tidaklah mudah..perlu banyak pihak yang saling membantu. baik dari pihak sekolah, orangtua, bahkan psikolog pun, membantu menyelesaikan masalah ini.
sebagai psikolog, tentunya perlu kita analisa, kita cari tahu mengapa anak-anak ini sampai melakukan tawuran, dan dalam beberapa kasus, sering melakukan aksi ini. apakah mereka mempunyai masalah, lalu diproyeksikan dengan tindakan anarkis?
namun, sampai saat ini, tampaknya psikolog belum mau turun tangan secara total menghadapi masalah ini..
tapi bagaimana pun juga, ini tugas bersama.
Jumat, 17 Agustus 2012
ketika ku kibarkan bendera ...
Mungkin ini adalah pengalaman yang bagi anak sekarang itu hal yang membosankan, buang waktu. karena berpanas-panasan, mau dibentak-bentak, dsb.
tapi karena ini, aku menjadi punya pondasi.
karena dari awal, aku sudah berminat untuk masuk ke dalam organisasi paskibra.. jadi tidak ada masalah untuk menjalani.
ketika ku sudah masuk dalam organisasi, di situlah aku belajar, bagaimana kita sangat butuh keterampilan dalam hal apapun, untuk menyelesaikan konflik-konflik yang ada..
dan yang paling penting.. aku belajar meningkatkan rasa nasionalisme.
hampir di setiap hari Senin, aku bertugas mengibarkan bendera..seperti kebiasaan bagiku. tapi aku senang, aku bangga, bisa mengibarkan bendera negara. mungkin yang lain mengatakan kurang kerjaan, kurang gaul. tapi hal ini, sungguh luar biasa..
im glad :)
tapi karena ini, aku menjadi punya pondasi.
karena dari awal, aku sudah berminat untuk masuk ke dalam organisasi paskibra.. jadi tidak ada masalah untuk menjalani.
ketika ku sudah masuk dalam organisasi, di situlah aku belajar, bagaimana kita sangat butuh keterampilan dalam hal apapun, untuk menyelesaikan konflik-konflik yang ada..
dan yang paling penting.. aku belajar meningkatkan rasa nasionalisme.
hampir di setiap hari Senin, aku bertugas mengibarkan bendera..seperti kebiasaan bagiku. tapi aku senang, aku bangga, bisa mengibarkan bendera negara. mungkin yang lain mengatakan kurang kerjaan, kurang gaul. tapi hal ini, sungguh luar biasa..
im glad :)
Selasa, 17 April 2012
person
kadang posisi itu disalahgunakan sebagai pemenuhan kebutuhan akan harga diri mereka, bukan karena yang lain..
kadang mereka membuat diri mereka tuli untuk tetap jalan terus..terkadang pasang kacamata kuda agar tetap melihar "lurus"
betapa bodohnya mereka yang tak ingin mendengar, tak ingin melihta, dan tak ingin memahami.. bahwa manusia itu tidaklah SAMA
kadang mereka membuat diri mereka tuli untuk tetap jalan terus..terkadang pasang kacamata kuda agar tetap melihar "lurus"
betapa bodohnya mereka yang tak ingin mendengar, tak ingin melihta, dan tak ingin memahami.. bahwa manusia itu tidaklah SAMA
Sabtu, 10 Maret 2012
beruntunglah orang yang tak beruntung
kalo dilihat dari judul... mungkin kalo dibaca menimbulkan tanda tanya ya, kok bisa sih?
"beruntunglah irang yang tidak beruntung"
ya.. jika kita lihat secara positif..
orang yang tidak beruntung itu justru beruntung, karena diberikan kasih sayang dari Tuhan berupa ujian, yang membuat mereka merasa tidak beruntung.
siapa sih yang bisa mengkategorikan bahwa itu beruntung dan yang lain tidak beruntung? manusia.
berarti.. siapa sih yang suka mengklasifikasi sesuatu? manusia.
siapa yang menciptakan sekat-sekat, mengkotak-kotakkan berbagai hal di dunia ini? ya manusia..
bagi Tuhan, manusia itu sama..
manusialah yang menganggap mereka berbeda satu sama lain.
walaupun tidak bisa dipungkiri berbeda, tapi ada beberapa kesamaan yang ada dalam diri manusia..
lalu, buat apa sih dibeda-bedakan?
"beruntunglah irang yang tidak beruntung"
ya.. jika kita lihat secara positif..
orang yang tidak beruntung itu justru beruntung, karena diberikan kasih sayang dari Tuhan berupa ujian, yang membuat mereka merasa tidak beruntung.
siapa sih yang bisa mengkategorikan bahwa itu beruntung dan yang lain tidak beruntung? manusia.
berarti.. siapa sih yang suka mengklasifikasi sesuatu? manusia.
siapa yang menciptakan sekat-sekat, mengkotak-kotakkan berbagai hal di dunia ini? ya manusia..
bagi Tuhan, manusia itu sama..
manusialah yang menganggap mereka berbeda satu sama lain.
walaupun tidak bisa dipungkiri berbeda, tapi ada beberapa kesamaan yang ada dalam diri manusia..
lalu, buat apa sih dibeda-bedakan?
Sabtu, 11 Februari 2012
mematok amal, pantaskah?
tadi abis ikut pengajian untuk acara akikahan...
terus nyimak ceramah dari pembicara..
katanya sih beliau sudah haji 3x.. oke.. saya dengarkan
tapi kenapa dia dengan gaya yakin, dan meyakinkan para ibu pengajian bahwa dengan pengajian dosa kita hilang, pahala tambah terus.. dan selalu mengutarakan bahwa ada takaran untuk dosa dan pahal di setiap kegiatan yang kita lakukan.
hm... bukannya saya tidak percaya..
memang benar alangkah baiknya kita selalu menaati apa yang diperintahkan, dan lebih baik melakukan sunnah-sunnah dalam agama Islam.
cuma saya kurang suka ketika ia terlalu "mematok" bahwa itu akan mendapat pahala, dan menghapus dosa.
siapa sih yang memberikan pahala, dosa, reward, punishment terhadap manusia? Allah SWT.
siapa yang tau seberapa banyak dosa dan pahala kita? Allah SWT.
menurut saya kita sebagai manusia, sebagai mahluk Allah, nggak pantas rasanya mematok jumlah dosa dan pahala kita.
kita hanya bisa berusaha dan berdoa supaya kita mendapat yang sepantasnya sebagai balasan dari usaha kita.
kalo misalkan kita tahu ukuran setiap kegiatan yang kita lakukan, bukankah kita akan menjadi terlalu perhitungan? bisa jadi, kita mengumpulkan banyak amalan, hanya demi keselamatan diri semata, bukan demi menyembah Allah...malah jadi setengah-setengah dong..
terus nyimak ceramah dari pembicara..
katanya sih beliau sudah haji 3x.. oke.. saya dengarkan
tapi kenapa dia dengan gaya yakin, dan meyakinkan para ibu pengajian bahwa dengan pengajian dosa kita hilang, pahala tambah terus.. dan selalu mengutarakan bahwa ada takaran untuk dosa dan pahal di setiap kegiatan yang kita lakukan.
hm... bukannya saya tidak percaya..
memang benar alangkah baiknya kita selalu menaati apa yang diperintahkan, dan lebih baik melakukan sunnah-sunnah dalam agama Islam.
cuma saya kurang suka ketika ia terlalu "mematok" bahwa itu akan mendapat pahala, dan menghapus dosa.
siapa sih yang memberikan pahala, dosa, reward, punishment terhadap manusia? Allah SWT.
siapa yang tau seberapa banyak dosa dan pahala kita? Allah SWT.
menurut saya kita sebagai manusia, sebagai mahluk Allah, nggak pantas rasanya mematok jumlah dosa dan pahala kita.
kita hanya bisa berusaha dan berdoa supaya kita mendapat yang sepantasnya sebagai balasan dari usaha kita.
kalo misalkan kita tahu ukuran setiap kegiatan yang kita lakukan, bukankah kita akan menjadi terlalu perhitungan? bisa jadi, kita mengumpulkan banyak amalan, hanya demi keselamatan diri semata, bukan demi menyembah Allah...malah jadi setengah-setengah dong..
Rabu, 08 Februari 2012
tukang sampah & koruptor
hayo tebak.. apa persamaan tukang sampah dan koruptor?
sama-sama mengambil punya orang lain.
lalu apa perbedaannya?
tukang sampah ngambil punya orang lain, kotor, tapi malah halal.
la koruptor?
udah ngambil punya orang lain, kotor, haram lagi.
so?
mau milih mana?
lebih mulia mana?
tukang sampah yang baaauuu, kotor, atau mungkin dibilang menjijikan
tapi mereka sungguh mulia
ataau
mau menjadi koruptor
yang sejahtera, bersih, rapi, senang-senang,
tapi kotor karena haram.
sama-sama mengambil punya orang lain.
lalu apa perbedaannya?
tukang sampah ngambil punya orang lain, kotor, tapi malah halal.
la koruptor?
udah ngambil punya orang lain, kotor, haram lagi.
so?
mau milih mana?
lebih mulia mana?
tukang sampah yang baaauuu, kotor, atau mungkin dibilang menjijikan
tapi mereka sungguh mulia
ataau
mau menjadi koruptor
yang sejahtera, bersih, rapi, senang-senang,
tapi kotor karena haram.
Minggu, 29 Januari 2012
suratku, untuk dirimu
awalnya..
aku tau ak sudah mengenalmu lebih lama dari perasaan ini
tapi aku tau, aku hanya ingin anggap ini hanya sebatas teman saja..
entah kenapa, seiring waktu
dirimu bisa buatku yakin, kamu bisa temani aku lebih baik dari dirinya
dan aku akhirnya merasa, ada lebih dari sekedar yang dijalani..
dan itu yang buatku ingin bersama..
setelah dimulai perjalanan baru..
cepat pula kita berakhir..
sedih? iya
karena rasa ini sudah terlalu dalam
entah apakah aku bisa bertahan dengan kembali ke cerita lama
namun hati ini masih inginkan mu...
rasanya ingin kamu tau..
semua perasaan ini...
akankah ku tetap menanti
Jumat, 27 Januari 2012
my new family... at PD
it's my new family :)
dari mereka bisa ditemukan, bahwa kekeluargaan nggak hanya dari ikatan darah...
dan dari mereka bisa ditemukan hangatnya keluarga :)
bisa berbagi... dari yang nggak jelas, sampe yang seriuuss banget
love them :)
Kamis, 26 Januari 2012
nilaaaaiii ooh nilaaaiii
aku nggak tau nilaiku akan jadi seperti apaa
perasaan banyak cabutnya *ups
tapi kok nilainya lmyn" yg kluar :p
*g maksud sombong
well... as long as i study...
i'm comfort here
learn all about psychology..
about human's mind ...
and around it
i enjoy do my activities..
i hope my enjoyable will bring me to good result
*hope
aku nggak tau nilaiku akan jadi seperti apaa
perasaan banyak cabutnya *ups
tapi kok nilainya lmyn" yg kluar :p
*g maksud sombong
well... as long as i study...
i'm comfort here
learn all about psychology..
about human's mind ...
and around it
i enjoy do my activities..
i hope my enjoyable will bring me to good result
*hope
Senin, 23 Januari 2012
galau menggalau
yah.. memang akhir-akhir ini sedang asyik menggalau karena perasaan nggak jelas -.-
hubungan berakhir karena situasi, dan saya sama sekali masih galau dengan kebenaran yang mendasarinya. apakah benar karena situasi? atau karena pribadi yang lain??entahlah.. sembari menunggu datangnya jawaban itu, saya GALAU.
great.
saya akui saya orang yang mungkin dibilang kolokan. ya. karena saya ingiin sekali melihat, merasakan, mendengar bukti kesungguhan seseorang terhadap saya. walaupun bisa berakibat sakit yang dalam, tapi setidaknya tidak membuat saya selalu GALAU.
great.
GALAU adalah kata yang lagi ngetrend, tapi cukup menggambarkan isi hati saya saat ini. dan tampaknya hampir semua orang galau... (',')...
galau galau galau galau
hhahahaha
saya sedang menyukai kata yang satu ini
siapa sih penciptanya? keren banget bisa bikin kata ini.
dan berkat kata ini, saya bisa menggambarkan isi hati yang sedang tidak jelas alias GALAU.
hubungan berakhir karena situasi, dan saya sama sekali masih galau dengan kebenaran yang mendasarinya. apakah benar karena situasi? atau karena pribadi yang lain??entahlah.. sembari menunggu datangnya jawaban itu, saya GALAU.
great.
saya akui saya orang yang mungkin dibilang kolokan. ya. karena saya ingiin sekali melihat, merasakan, mendengar bukti kesungguhan seseorang terhadap saya. walaupun bisa berakibat sakit yang dalam, tapi setidaknya tidak membuat saya selalu GALAU.
great.
GALAU adalah kata yang lagi ngetrend, tapi cukup menggambarkan isi hati saya saat ini. dan tampaknya hampir semua orang galau... (',')...
galau galau galau galau
hhahahaha
saya sedang menyukai kata yang satu ini
siapa sih penciptanya? keren banget bisa bikin kata ini.
dan berkat kata ini, saya bisa menggambarkan isi hati yang sedang tidak jelas alias GALAU.
Minggu, 22 Januari 2012
untitled
entah ...
mungkin kata itu yang hanya bisa menggambarkan semuaaaa perasaan yang campur aduk nggak jelas ini..
apakah aku siap ?
tapi q nggak mau jadi penghalang..jika ia temukan yang lain
tapi q juga belum tahu sbnrnya ap yg dia rasakan
i wish i find way to search it...
mungkin kata itu yang hanya bisa menggambarkan semuaaaa perasaan yang campur aduk nggak jelas ini..
apakah aku siap ?
tapi q nggak mau jadi penghalang..jika ia temukan yang lain
tapi q juga belum tahu sbnrnya ap yg dia rasakan
i wish i find way to search it...
Langganan:
Postingan (Atom)

