sinetron, tontonan sehari-hari bagi para penonton televisi di negeri ini. disiarkan di berbagai stasiun televisi. beragam kisah, beragam konflik, beragam latar, layaknya sebuah kehidupan yang kita jalani.
yah, tetap saja.. sinetron bisa memberikan efek bagi yang menontonnya
Sinema elektronik atau lebih populer dalam akronim sinetron adalah istilah untuk serial drama sandiwara bersambung yang disiarkan olehstasiun televisi.
Sinetron pada umumnya bercerita tentang kehidupan manusia sehari-hari yang diwarnai konflik berkepanjangan. Seperti layaknya drama atau sandiwara, sinetron diawali dengan perkenalan tokoh-tokoh yang memiliki karakter masing-masing. Berbagai karakter yang berbeda menimbulkan konflik yang makin lama makin besar sehingga sampai pada titik klimaksnya. Akhir dari suatu sinetron dapat bahagia maupun sedih, tergantung dari jalan cerita yang ditentukan oleh penulis skenario.
akan tetapi, inilah yang terjadi dalam kenyataannya. suguhan di televisi berdasarkan komersialitas belaka. tanpa adanya poin poin moral yang terselip dan menguat di setiap jln ceritanya. bukan tidak ada, namun hanya tersedia secara minoritas. karena masyarakat sudah terlanjur dibutakan dengan kesan sinetron yang memperlihatkan topeng saja. memperlihatkan sebuah kehidupan yang sebenarnya terlalu berlebihan dalam mengekspresikannya.
ckckckck.....
sungguh disayangkan ya...
padahal anak-anak, ibu, remaja membutuhkan suatu tontonan yang tidak hanya menghibur, namun juga memberika suatu pemahaman. karena televisi adalah media pendidikan, pengetahuan, agar masyarakat bisa lebih baik...
dan sebaiknya bagi lembaga yang menangani penyiaran bisa lebih selektif lagi , demi kemajuan pengetahuan, yang merata dan maju...
Sabtu, 05 Februari 2011
Pornografi
semua pasti sangat mengenal istilah ini. ya, kata ini sedang ramai dibicarakan, bahkan menjadi masalah dalam kehidupan kita.
mnrt wikipedia,
mnrt wikipedia,
"Pornografi (dari bahasa Yunani πορνογραφία pornographia — secara harafiah tulisan tentang ataugambar tentang pelacur) (kadang kala juga disingkat menjadi "porn," "pr0n," atau "porno") adalah penggambaran tubuh manusia atau perilaku seksual manusia secara terbuka (eksplisit) dengan tujuan membangkitkan birahi (gairah seksual). Pornografi berbeda dari erotika. Dapat dikatakan, pornografi adalah bentuk ekstrem/vulgar dari erotika. Erotika sendiri adalah penjabaran fisik dari konsep-konseperotisme. Kalangan industri pornografi kerap kali menggunakan istilah erotika dengan motif eufemismenamun mengakibatkan kekacauan pemahaman di kalangan masyarakat umum.
Pornografi dapat menggunakan berbagai media — teks tertulis maupun lisan, foto-foto, ukiran, gambar, gambar bergerak (termasuk animasi), dan suara seperti misalnya suara orang yang bernapas tersengal-sengal. Film porno menggabungkan gambar yang bergerak, teks erotik yang diucapkan dan/atau suara-suara erotik lainnya, sementara majalah seringkali menggabungkan foto dan teks tertulis. Novel dancerita pendek menyajikan teks tertulis, kadang-kadang dengan ilustrasi. Suatu pertunjukan hidup pun dapat disebut porno."
banyaknya site, gambar, tulisan, video, apapun bentuknya, sebuah pornografi sudah terlanjur dianggap negatif oleh mayoritas masyarakat. lalu, mengapa malah marak dibuat, diadakan, bahkan disebar??
bisa dari beberapa faktor, dari faktor individu, namun juga dari lingkungan. namun, ini menjadi suatu faktor yang saling memengaruhi, dalam arti satu faktor, bisa memengaruhi faktor yg lainnya.
mungkin dari faktor individu, orang membuat suatu yang berbau prono, vulgar, dan seksual, memiliki arti sendiri. bisa dia membuat untuk kepentingan sendiri, dalam memuaskan kebutuhan akan dirinya, atau bisa membuktikan kepada orang lain di sekitarnya, untuk unjuk kemampuan, berupaya membuat pengakuan keberadaannya di tengah masyarakat. hal itu wajar. namun disayangkan kurangnya pengetahuan akan benar dan salah, hingga standar pengakuannya menjadi sebuah penyimpangan.
nah, dari sini, kita melihat, begitu parahnya standar pengetahuan etika dan moral akan hal yang benar dan salah dalam masyarakat, berarti lembaga masyarakat yang berkompeten, sudah reot,longgar, saking transparan sampai kehilangan kendali secara penuh untuk menyikapi masalah ini. benar-benar disayangkan.
peran lembaga masyarakat kini seperti keluarga, pendidikan, hukum, agama, telah longgar, seolah-olah bertoleransi terhadap masalah ini. memang, hal ini merupakan kebutuhan individu yang tidak bisa dilanggar. namun, apakah akan selamanya berkoar koar menggunakan tameng HAM??
HAM, memang penting, namun sebagai manusia, kita harus ingat kita jjuga perlu menunaikan kewajiban kita demi menanggung moral masyarakat.
Rabu, 02 Februari 2011
miris...
jujur, saya miris.
wow... kalau saya adalah orang yang tidak mau melihat, dan menjadi katak dalam tempurung, mungkin hati saya tidak akan seperti ini. hati saya miris, hatisaya bergejolak, melihat semua ini terjadi di negara saya.
sampai-sampai, saya rasanya ingin bergegas mencapai ilmu tinggi supaya saya bisa pergi, pergi jauh dari negara ini. tapi, apakah saya tega?
melihat semua yang terjadi, saya mungkin seperti anda. gemas, geram, rasanya ingin semena-mena, langsung bertindak.
saya sungguh tidak mengerti. awalnya ini dari mana? manakah akarnya? bisakah kita berantas akarnya, racuni akarnya, agar tidak merambat ke yang lain, tidak membuat busuk yang lain.
saya hanya bisa bersuara,"ckckcck". saking bingungnya hingga kehabisan kosakata dalam menggambarkan keadaan ini.
saya tidak munafik, saya mengakui, setiap orang termasuk saya, punya masalah sendiri. tapi, saya peduli, saya perhatikan, saya sayng terhadap negara ini.
penuh akan otensi, penuh akan sumber daya. layaknya pulau harta karun yang hanya ada satu di dunia. unik,berbeda. tapi mengapa di dalamnya sama? layaknya binatang. semua di ambil, semua disalahgunakan. hanya untuk diri sendiri.
bukankah sama saja dengan binatang? hanya bisa mengambil, dan dipakai.
kalau itu saya, saya malu. saya adalah manusia yang punya akal,moral. bisa mengambil, tapi saya berusaha mengolah,mempertimbangkan, dan berusaha memikirkan yang lain. lha ini? tidak hanya yang besar,, yang kecil saja seperti itu.
apa jadinya negara ini, bila semua seperti binatang? mau jadi negara sirkus? kebun binatang? tidak ada saling komunikasi,saling mengasihi, semua berpikir dirinya saja. yah, bisa jadi, negara ini benar-benar jadi kebun binatang.
semua anarki,semua memfitnah, semua mencela,semua menghina.
semua bicara, tapi tak ada yang dengar.
buat apa ada telinga, dua pula.
benar-benar, saya miris lihat negara ini.
wow... kalau saya adalah orang yang tidak mau melihat, dan menjadi katak dalam tempurung, mungkin hati saya tidak akan seperti ini. hati saya miris, hatisaya bergejolak, melihat semua ini terjadi di negara saya.
sampai-sampai, saya rasanya ingin bergegas mencapai ilmu tinggi supaya saya bisa pergi, pergi jauh dari negara ini. tapi, apakah saya tega?
melihat semua yang terjadi, saya mungkin seperti anda. gemas, geram, rasanya ingin semena-mena, langsung bertindak.
saya sungguh tidak mengerti. awalnya ini dari mana? manakah akarnya? bisakah kita berantas akarnya, racuni akarnya, agar tidak merambat ke yang lain, tidak membuat busuk yang lain.
saya hanya bisa bersuara,"ckckcck". saking bingungnya hingga kehabisan kosakata dalam menggambarkan keadaan ini.
saya tidak munafik, saya mengakui, setiap orang termasuk saya, punya masalah sendiri. tapi, saya peduli, saya perhatikan, saya sayng terhadap negara ini.
penuh akan otensi, penuh akan sumber daya. layaknya pulau harta karun yang hanya ada satu di dunia. unik,berbeda. tapi mengapa di dalamnya sama? layaknya binatang. semua di ambil, semua disalahgunakan. hanya untuk diri sendiri.
bukankah sama saja dengan binatang? hanya bisa mengambil, dan dipakai.
kalau itu saya, saya malu. saya adalah manusia yang punya akal,moral. bisa mengambil, tapi saya berusaha mengolah,mempertimbangkan, dan berusaha memikirkan yang lain. lha ini? tidak hanya yang besar,, yang kecil saja seperti itu.
apa jadinya negara ini, bila semua seperti binatang? mau jadi negara sirkus? kebun binatang? tidak ada saling komunikasi,saling mengasihi, semua berpikir dirinya saja. yah, bisa jadi, negara ini benar-benar jadi kebun binatang.
semua anarki,semua memfitnah, semua mencela,semua menghina.
semua bicara, tapi tak ada yang dengar.
buat apa ada telinga, dua pula.
benar-benar, saya miris lihat negara ini.
bohong, negara ini makmur luar dalam.
hei temanku di luar sana, kalian ingin tahu negeriku seperti apa? pasti akan buat kalian iri setengah mati.
negaraku, negara yang makmur. rakyatnya kayaa semua.tidak ada yang melarat dan miskin.
negaraku, tempat paling mengerikan bagi penjahat, terutama koruptor, pembunuh, bahkan penjahat pornografi.
negaraku, tempat paling halus, tidak ada penduduk yang anarkis. tidak ada perpecahan karena hal sepele.
negaraku, tempat paling sosialis, para oknum legislatifnya tidak suka bermewah-mewahan, rajin memperjuangkan kewajibannya terhadap rakyat dibandingkan haknya pribadi.
negaraku, penjabatnya bersih bersih, hampir tidak ada KKN di dalamnya.
pendidikan baik, merata, semua anak bisa sekolah.
bagaimana teman? pasti kalian iri dengan negaraku ini...
negaraku, negara yang makmur. rakyatnya kayaa semua.tidak ada yang melarat dan miskin.
negaraku, tempat paling mengerikan bagi penjahat, terutama koruptor, pembunuh, bahkan penjahat pornografi.
negaraku, tempat paling halus, tidak ada penduduk yang anarkis. tidak ada perpecahan karena hal sepele.
negaraku, tempat paling sosialis, para oknum legislatifnya tidak suka bermewah-mewahan, rajin memperjuangkan kewajibannya terhadap rakyat dibandingkan haknya pribadi.
negaraku, penjabatnya bersih bersih, hampir tidak ada KKN di dalamnya.
pendidikan baik, merata, semua anak bisa sekolah.
bagaimana teman? pasti kalian iri dengan negaraku ini...
pria, senyum
pria,senyum,
wahai pria,
terima kasih, dengan hadirmu, datanglah ketenangan,
wahai pria,
terima kasih, dengan senyummu, datanglah senang,
wahai pria,
terima kasih, dengan tingkahmu dibalik kacamata, datanglah ceria
terima kasih, kau hilangkan gundah
kau hilangkan mendung, kau hilangkan bayang kosong, dan kau isi dirimu disini.
walau hanya sesaat,walau tak selamanya. tapi aku sangat senang, kau kembalikan senyumku yang sempat tersembunyi,
namun, ijinkan aku, simpan rasa kagum ini, rasa di hati ini,agar suatu saat ku kan kenang dirimu, kenangan yang manis.
inspired by .......?
wahai pria,
terima kasih, dengan hadirmu, datanglah ketenangan,
wahai pria,
terima kasih, dengan senyummu, datanglah senang,
wahai pria,
terima kasih, dengan tingkahmu dibalik kacamata, datanglah ceria
terima kasih, kau hilangkan gundah
kau hilangkan mendung, kau hilangkan bayang kosong, dan kau isi dirimu disini.
walau hanya sesaat,walau tak selamanya. tapi aku sangat senang, kau kembalikan senyumku yang sempat tersembunyi,
namun, ijinkan aku, simpan rasa kagum ini, rasa di hati ini,agar suatu saat ku kan kenang dirimu, kenangan yang manis.
inspired by .......?
Langganan:
Postingan (Atom)