Jumat, 25 Februari 2011

infotainment

saya cukup miris, dan bingung, tentang tayangan yang ada di televisi.
padahal, televisi merupakan suatu media yang cukup penting bagi peerkembangan, terutama bagi anak.
namuuun, anda tahu sendiri.. banyak tayangan yang sedikit tidak baik untuk dilihat.

kali ini saya akan mencoba berkomentar mengenai tayangan televisi, yakni infotaiment.
tayangan ini mirip dengan berita, namun berbeda subjek dan objeknya..
subjeknya adalah para artis di dunia entertainment, dan objeknya tentang kabar-kabar mengenai artis tersebut.

positifnya? yah, mereka memberitahu bahwa artis-artis kita memiliki prestasi, juga mengetahui bahwa mereka bekerja demi orang lain, dedikasi mereka untuk dunia hiburan, dan sebagainya..
kita bisa tahu dunia kerja mereka di luar dunia kita..

negatifnya?
kadang dalam pengambilan informasi, dan pengolahannya untuk dipublikasikan ke media, tidak transparan, kadang terlalu berlebihan dalam penyampaian, misalnya naskah berita yang dibacakan. 
bisa membuat asumsi publik yang tidak baik efeknya bagi artis tersebut..
kalaupun memang terbukti artis tsb memiliki perbuatan yang tidak baik dicontoh, namun tidak perlu lah kalau ditambah-tambahi...

kalau bisa dibilang, infotainment itu lebay..hahahaha
aduh aduhh...
yaaa jangan salahkan orang tua atau pun si anak bila  terkadang suka ikutan nggosip, atau bahkan sampai
mengikuti gaya hidup si artis yang berbeda dari segi ekonomi dan sosial.. bahkan terkesan memaksa..
identifikasi yang disebabkan sosialisasi tidak sempurna ini bisa menyebabkan bermacam efek. bahkan bisa terjadi kriminal..

ayolah lembaga penyiaran, bisakah lebih selekif lagi,
dan juga dewan pers, apakah harus ada infotainment yang seperti itu?
bisakah dibuat undang-undang yang melindungi pers namun tidak berdampak buruk bagi perkembangan anak?
ataukah undang-undang hanya sebagai payung saja? tidak di taati?

Kamis, 24 Februari 2011

cerita cerita

dua hari yang lalu, saya menonton film "Shaolin". bukan promosi yaa..

yah, filmnya bagus, klimaksnya ada, alurnya pas,ceritanya juga menarik, menandakan bahwa hidup selalu berputar. seseorang, tak selamanya berada di atas..

saya menonton tidak hanya sekedar penghibur, namun saya juga belajar banyak.,

jujur, saya cukup kagum dengan ajaran budha yang sederhana. dalam arti, bahwa yang mereka lakukan itu sebenarnya universal, terletak pada semua ajaran agama .. jika mau dibandingkan, yaaa sama" memiliki ciri.
dan bukannya saya mengesampingkan agama sendiri, tetapi belajar mengenal agam lain, demi keimanan , juga tidak disalahkan bukan?

ajaran mereka yang saya senangi dan saya serap, adalah.. begitu banyak usaha mereka dalam mencapai aktualisasi diri, namun tidak menyimpang dari ajaran agama. mereka menjadikan agama sebagai landasan, pondasi yang benar-benar kuat untuk kehidupan mereka. begitu mantapnya  moral yang mereka bentuk, untuk saling mengasihi, dan menyatu dengan kehidupan.

mereka bisa hidup sederhana, seadanya, berusaha mengesampingkan ego dan nafsu duniawi.
kalau mereka saja bisa, kenapa kita tidak?
jangan beralasan hanya karena perbedaan keyakinan, kita tak bisa mengambil contoh di sekitar kita.
namun, itu semua tergantung kita sendiri.
jadi, jangan salahkan orang, yang berpindah agama. karena mungkin ia telah memilih bila ia bisa menemukan kebahagiaan di jalan yang berbeda. bukankah, setiap orang ingin bahagia?
pada dasarnya semua perbedaan, yang membuat, adalah manusia itu sendiri....

Selasa, 22 Februari 2011

drama reality

drama realiti...

katanya sih beda sama sinetron.
tapi nyatanya? sama aja tuh -__-
sama-sama ada naskahnya, diatur sedemikian rupa.

lalu apa bedanya? settingnya?
jadi kayak realiti show gitu? aah tapi kalo ad naskahnya yaa sama ajalah..

mirisnya lagi, tema yang ada di drama realiti, nggak mutu.
masa sekarang dari yang tema cinta-cintaan, eh.. malah horor.
udah gitu nggak penting lagi, ckckckck.
membuat orang semakin tidak menghargai adanya dunia selain dunia manusia.
daaann... semua itu ditayangngkan pada waktu anak-anak berada di rumah.
ya ampun,, kalau begini caranya, jika setiap tontonan tidak mendidik, apa jadinya negara ini?
padahal mayoritas penonton media, terutama televisi, adalah anak-anak.

jangan anggap remeh, tolong.
perkembangan anak-anak, baik dari segi sosial, kognitif dan afeksi, harus diperhatikan.
nggak cuma orang tua saja, namun alangkah baiknya, semua orang saling membantu, sedikit demi sedikit,
membangun sebuah kualitas, dalam mendidik anak di negara ini.
karena yang menentukan masa depan adalah anak-anak.. mereka lah yang meneruskan jejak bagi pendahulunya.
nggak mau kan, kalo dunia ini menjadi hancur? hanya karena kita kurang dalam memberikan pondasi individu?

Senin, 21 Februari 2011

akar korupsi, dari pendidikan ?

korupsi. suatu tindakan menyalahgunakan uang,barang, waktu demi kepentingan pribadi..

merupakan suatu tindakan menggelapkan sesuatu yang bukan haknya, kemudian diambil demi keuntungan pribadi.

korupsi tidak datang baru-baru ini, saat negara sudah mulai berkembang, ataupun di dalam negara yang maju.
korupsi sudah ada saat adanya komunitas,masyarakat, perbedaan kelas, dan muncul perputaran uang terjadi di dalamnya .

apakah yang mendasari korupsi?
cukup simpel, sederhana. yaitu keinginan, namun tidak disertai hati nurani. pengendalian diri yang tidak begitu baik.
manusia terlahir memiliki pikiran,yang lebih dibandingkan mahluk hidup yang lain. namun, manusia juga memiliki nafsu, dan emosi.
nah, bila seseorang tidak berusaha menyeimbangkan antara nafsu akan pemuasan keinginan, dengan akal pikiran, juga hati yang bersih... jadilah keinginan korupsi.

begitu maju peradaban saat ini, dari segi ekonomi, teknologi. nah, kemajuan di dapat karena keinginan. keinginan untuk mendapatkan yang terbaik. 
namun, tidak dengan korupsi. ia mengambil alih yang bukan haknya. keinginan untuk mendapatkan lebih tanpa  adanya usaha. ckckck

dan sayangnya, prospek subur korupsi sudah merajalela di negara kita, bahkan ketika kita mengenyam pendidikan.
kurangnya kesadaran diri bahwa belajar itu perlu, sehingga saat bersekolah, siswa serasa dipaksa. apa akibatnya? mereka akan melakukan apa saja, namun, tak ingin membuat mereka susah. dengan apa? menyontek. wow... bukankah itu tradisi lama? perlu diakui, tradisi itu sudah terjadi lama sekali, dan hampir setiap orang melakukannya, betul?

menyontek, bisa dibilang.. melihat atau meniru karya orang lain, lalu menjadikan seolah miliknya sendiri.
nah, bila dipikir kembali, bukankah mirip dengan korupsi. hanya saja, beda dalam segi pelaksanaannya.
sama-sama, mengambil karya orang lain, entah itu uang, barang,ide, menjadikannya miliknya sendiri.

dan tahukah? bahkan lembaga pendidikan mengajarkan secara tidak langsung !
wow.. keren sekali ya lembaga pendidikan saat ini. benar-benar hanya mengejar citra, dan komersil.
embel-embel pendidikan, hanya kedok belaka. untuk mencapai kelulusan saja, sekolah bisa menyuruh siswa, untuk bekerjasama dalam ujian ! kalo gini terus, kapan dong mau maju...???

saya dulu , hingga saat ini, mengenyam pendidikan. yang saya rasakan, yang paling bebas berekspresi, adalah saat ini, saat saya berada di bangku kuliah.
di samping saya bisa fokus dengan apa yang saya minati, setidaknya, saya belajar mandiri untuk mengeluarkan ide-ide.
dibandingkan saat dulu, apalagi ketika bersekolah di sekolah pemerintah, ckckcck. hati saya serasa tak nyaman. ingin segera keluar. karena begitu banyak akar, dan bibit penyalahgunaan di dalamnya. dan yang menyebalkan, itu dilakukan oleh pendidik !!

coba dipikir kembali, masihkah layak kita menaikkan standar ilmu, standar nilai dalam pelajaran, namun akhirnya menempuh cara yang tak jujur, mengajari untuk berbuat tak baik?
lalu, buat apa ada pendidikan bila tidak disertai moral yang baik?
lalu, janganlah heran, esok nanti lebih banyak lagi bibit koruptor yang bermunculan...



Sabtu, 19 Februari 2011

lucu lagi nih...

dapet isu atau berita hari ini?

ada berita bahwa film asing, alias film holywood, diperketat sekali masuk ke dalam bioskop indonesia..

wah, saya sendiri sebagai pecinta film, cukup protes dan berkoar-koar mendengar wacana tersebut.

bagi yang suka nonton film, pasti tahu, kualitas film holywood.. nggak ada yang nandingin. kreativitas mereka, dan mereka benar-benar total dalam menggarap sebuah film. tentu saja hasil yang disuguhkan mayoritas, apik dan sangat menghibur.

maaf, bukan saya membandingkan dengan film nasional.
tapi saya lagi sebel sama film-film nasional.
benar-benar sedikiiittt yang menyuguhkan cerita yang berbeda, khas,selain menghibur juga mendidik.
rata-rata mementingkan komersialitas belaka.
kreativitas? saya yakin sama, tak kalah hebat. tapi pliis dong, masa genre ngikut semua.
kalo satu horor, horor smuaa... udah gitu nggak mikir pesan moral. sekarang rata-rata hanya memiliki pesan moral yang tidak menyentuh. yah, wajar saja ya kalo moral di negara ini menurun.

sekarang film horor hanya selimut. padahal di dalamnya terselip adegan yang dirasa tidak pantas.
gitu tetap saja di loloskan dari sensor? butuh di tingkatkan lagi standar sensor...

kalo film nasional saja seperti ituuu.. wajar saat ini pecinta film butuh angin segar dalam tontonan mereka.
dan yang menyediakan? film holywood.

dan efeknya bagi negara ini?
bisa jadi pembajakan semakin marak. dan negara sendiri yang akan rugi.
ayolah.. masa keputusan yang seperti ini seperti senjata makan tuan?